Bat in natural habitat
InaBCRU

Indonesian Bat Conservation Research Union

Membangun jejaring peneliti, pemerhati dan pegiat konservasi kelelawar di Indonesia

Melindungi Kelelawar Indonesia

InaBCRU adalah organisasi yang didedikasikan untuk pelestarian kelelawar di Indonesia melalui penelitian, edukasi, konservasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

239+

Spesies Kelelawar

15

Peneliti Aktif

50+

Publikasi Ilmiah

20+

Lokasi Riset

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Sinergi untuk Kelelawar Indonesia: InaBCRU dan FMIPA UNY Resmikan Kemitraan Strategis di Bidang Riset dan Konservasi

2026-08-15

Sinergi untuk Kelelawar Indonesia: InaBCRU dan FMIPA UNY Resmikan Kemitraan Strategis di Bidang Riset dan Konservasi

YOGYAKARTA - Indonesian Bat Conservation Research Union (InaBCRU) resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam bidang penelitian, pendidikan, dan konservasi kelelawar. Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Sidang FMIPA UNY tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA UNY serta pengurus InaBCRU yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Sigit Wiantoro, Ph.D. Kerja sama ini mencakup pengembangan riset, magang, publikasi ilmiah, program summer course, praktik kerja lapangan, laboratorium konservasi, hingga berbagai kegiatan pendidikan dan eksperimen.Ketua Umum InaBCRU, Sigit Wiantoro, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada FMIPA UNY yang menjadi perguruan tinggi pertama yang bermitra secara resmi dengan InaBCRU dalam upaya pelestarian kelelawar di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara organisasi konservasi dan dunia akademik dalam menghasilkan riset berkualitas, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendukung konservasi berbasis sains. Saat ini InaBCRU juga telah menjalin kemitraan dengan Bat Conservation International (BCI), GBatNet, dan Dinas Kearsipan Kabupaten Gunungkidul.Sebagai organisasi yang berfokus pada penelitian, edukasi, dan konservasi kelelawar, InaBCRU mencatat Indonesia memiliki sekitar 239 spesies kelelawar yang berperan penting sebagai penyerbuk, penyebar biji, dan pengendali populasi serangga. Namun, keberadaan kelelawar terus menghadapi ancaman akibat perburuan, kerusakan habitat, aktivitas pertambangan, dan deforestasi sehingga memerlukan upaya pelestarian yang berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.Dekan FMIPA UNY, Prof. Dadan Rosana, M.Si., berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian kelelawar di Indonesia melalui kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Sejalan dengan harapan tersebut, InaBCRU optimistis kemitraan ini akan melahirkan berbagai inovasi, memperkuat jejaring konservasi nasional, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran kelelawar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

InaBCRU Hadiri Pertemuan GBatNet di Baltimore: Langkah Perdana Membangun Jejaring Riset dan Konservasi Kelelawar Global

2026-06-10

InaBCRU Hadiri Pertemuan GBatNet di Baltimore: Langkah Perdana Membangun Jejaring Riset dan Konservasi Kelelawar Global

Yogyakarta, Juni 2026 – Indonesian Bat Conservation Research Union (InaBCRU) secara resmi mencatatkan langkah internasional pertamanya. Ketua Umum InaBCRU, Sigit Wiantoro, Ph.D., hadir langsung sebagai delegasi Indonesia, sekaligus wakil Southeast Asian Bat Conservation Research Unit (SEABCRU) dalam pertemuan Global Union of Bat Diversity Networks (GBatNet) Network & Working Group Leaders’ Meeting 2026 yang berlangsung di Baltimore, Amerika Serikat.Kehadiran InaBCRU dalam forum dunia ini menjadi tonggak sejarah penting. Ini merupakan agenda internasional pertama yang diikuti oleh organisasi setelah resmi berdiri pada Februari 2025 lalu.Sinergi Global untuk Kelestarian KelelawarGBatNet Meeting merupakan agenda pertemuan seluruh jejaring (network) dan kelompok kerja (Working Group) yang terdiri dari para peneliti, akademisi, praktisi, pengiat konservasi dan pemerhati kelelawar dari berbagai belahan dunia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi, berbagi perkembangan riset terbaru, serta merumuskan langkah kolaboratif dalam menghadapi tantangan konservasi kelelawar secara global.Sebagai organisasi yang relatif baru, InaBCRU, sebagai mitra regional SEABCRU di Baltimore, membawa misi penting untuk memperkenalkan potensi, tantangan, serta kekayaan keanekaragaman hayati kelelawar yang dimiliki Indonesia kepada dunia internasional.Harapan dan Langkah ke DepanMelalui keikutsertaan dalam GBatNet Meeting ini, InaBCRU berharap dapat meletakkan fondasi yang kuat dalam lanskap konservasi global."Kami berharap melalui partisipasi ini, InaBCRU dapat lebih dikenal di kancah internasional. Ini adalah peluang besar untuk memperluas koneksi global yang nantinya akan sangat berdampak pada penguatan kegiatan penelitian, kapasitas peneliti lokal, serta program-program konservasi kelelawar di Indonesia," ujar Sigit Wiantoro, Ph.D.Langkah awal di Baltimore ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lintas negara, mulai dari proyek riset bersama, pertukaran pengetahuan, hingga dukungan pendanaan konservasi, demi menjaga kelestarian kelelawar dan ekosistemnya di Indonesia.

"Kelelawar melindungi hutan, pangan, dan kesehatan kita — bantu kami melindungi mereka."